Aku
Aku hanyalah raga
Yang memiliki jiwa
Sebagai pengisinya
Aku hanyalah aku yang juga memiliki ”dunia”
Dan di duniaku itulah mimpi-mimpi ku
Tergantung, Rapi, Berkilauan
Hingga memiliki gugus gugus
Itulah langit duniaku
Berisi mimpi mimpi
Yang kugantungkan selama aku hidup
Selama aku bernafas
Selama raga ini memiliki jiwa
Selama jantung ini masih berdetak
Mungkin aku akan terus mencari dan menggantung mimpi mimpi baru ku
di atas sana
Dan...
Bagaimana aku akan mencapainya?
Itu adalah sebuah pertanyaan
Yang selalu aku utarakan
Kepada hati ini
Kepada raga dan jiwa ini
Aku selalu berusaha memberi mereka semangat
Berusaha agar mereka bekerja lebih keras
Keras keras keras dan keras
Dan kini kulihat beberapa mimpiku mulai redup
That’s my dream yang gagal aku capai
Sangat sedih
Sangat.....
Meskipun mimpi-mimpiku masih banyak bergantung indah di atas
sana
Mimpi-mimpi yang mulai redup itu tak bisa aku lupakan
Aku sungguh tak ingin hanya melupakan mimpi itu
Tak ingin membuangnya
Tak ingin dia masuk ke tempat pembuangan di sudut lain di
duniaku
Bagiku mungkin dia terlalu indah
terlalu dini untuk di buang begitu saja
Aku mulai memikirkan untuk membuat tangga
Tangga yang terbuat dari beberapa mimpi mimpiku yang mulai
redup itu
Ada lagi yang terpikirkan oleh ku...
Sampai kah usiaku untuk mencapai semuanya?
Akankah mimpi besarku akan sempat aku capai?
Akankah pula gugusan mimpi mimpi ku tercapai?
Tapi sungguh aku bukanlah orang yang ambisius
Sebenarnya ada beberapa mimpiku yang sudah benar2 mati tapi tetap
aku simpan
Di rumah kaca sana, di sudut lain di dunia ku.
Aku sadar mereka sudah tidak nyala terang seperti dulu
Tapi mimpi yang sudah mati itu
Adalah awal dari segala mimpi-mimpi yang aku gantung disini
Di duniaku
Aku memikirkan nasib mimpi-mimpi ku itu akan seperti apa bila
aku harus meninggalkan selamanya.
Kalau pun aku meninggalkan nya karena memang sudah waktunya
aku pergi
Aku akan merelakan mimpi-mimpi itu tergantung rapi diatas
sana
Mungkin aku sangat sedih bila jiwa mudaku masih panjang tapi
tak satupun
Gugusan ataupun malah mimpi terbesar ku tercapai.
Itulah aku dengan ribuan mimpi mimpi ku.
Dengan yang paling besar.
Dengan gugusan gugusan yang mengitarinya.
Dan dengan mimpi-mimpi kecil ku.
Dan kini aku telah kembali ke realitas.
Dunia dimana seharusnya aku berada.
Dan ku tersenyum sekali lagi memandang langit duniaku
Bukan untuk yang terakhir
Hanya untuk memotivasi agar semangat, hati, jiwa, dan raga ini
bergelora.
Aku dan mimpi-mimpiku.
Komentar
Posting Komentar